Ustad Abdul Somad, Salib Dan Jin Kafir
Image by Admin from Minaesa

Ustad Abdul Somad, Salib Dan Jin Kafir

Beberapa waktu lalu viral di media sosial kalau salah satu da’i kondang yakni ustad Abdul Somad lewat sebuah video berbicara tentang salib dan jin kafir.

Begini transkrip dalam video tersebut yang bisa dilihat di youtube.
“Apa sebabnya ustad kalau menengok salib menggigil hati saya? Setan! Saya tausiah di seberang pulau Batam. Batam satu jam setengah kami sampai. Tapi tak terasa satu jam setengah karena film yang diputar ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’. Meleleh air mata penonton menengok Zainudin meninggalkan Ayat. Apa sebabnya kata ibu itu mirip macam ini. Saya terlalu terbayang salib, nampak salib. Jin kafir sedang masuk. Karena di salib itu ada jin kafir. Darimana masuknya jin kafir? Karena ada patung, kepalanya ke kiri apa ke kanan? nah, ada yang ingatkan. Itu ada jin di dalamnya, jin kafir. Di dalam patung itu ada jin kafir.
Makanya kita tidak boleh menyimpan patung. Jin kafir itulah yang mengajak. Makanya kalau keluarga kita di rumah sakit di dalamnya ada jin kafir itu, tutup! Tutup itu! Kalau sampai dia sakratul maut kita tak ada di situ, dia sedang diajak jin kafir, berhasil. Berapa keluarga orang Islam yang mati dalam keadaan suul khotimah. Dipanggilin “Aleluya..” Nauzubillah, Nauzubillah. Selamatkan orang Islam jangan sampai mati suul kohtimah.
Kalau kau tak sanggup mengkafirkan dia waktu hidup, kafirkan dia menjelang kematiannya. Tak juga sanggup, antar dia ke makamnya pakai wiu wiu wiu wiu wiu.. ambulance lambang kafir. Balik dari sini, beli pilok hapus itu ganti bulan sabit merah.”

Sekali lagi, video tersebut dapat dengan mudah ditemukan di Youtube untuk mengecek kebenarannya. Video tersebut mendapatkan banyak tanggapan miring karena mengandung unsur penistaan agama, dalam hal ini terhadap kaum nasrani yakni umat Kristen dan umat Katolik. Bahkan tidak sedikit umat Islam yang mengecam perkataan ustad lulusan Maroko tersebut, karena tidak etis mengomentari urusan umat agama lain. Perkataan seperti itu juga dinilai sangat tidak menghargai kemajemukan, dan bisa memancing pertikaian antar umat agama.

Abdul Rohim Ghazali selaku sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa ucapan UAS adalah penghinaan simbol agama. “Saya tidak bisa bayangkan jika itu terjadi pada tokoh agama lain yang menghina simbol Islam, bisa menjadi gelombang tsunami demonstrasi yang berjilid-jilid dan pelakunya bisa dituntut hukuman yang sangat berat” katanya.

Kejadian tersebut membuat ormas Brigade Meo dari Nusa Tenggara Timur, melaporkan ustad Abdul Somad terkait video tentang salib dan jin kafir yang sudah terlanjur viral di media sosial. Menurut Jemmy Ndeo salah seorang anggota Brigade Meo, dakwah UAS sapaan akrab ustad Abdul Somad adalah penistaan agama karena telah menghina salib sebagai simbol kaum Nasrani. Mereka menyatakan hal ini tidak ada kaitannya dengan umat Islam, tapi menginginkan ustad Abdul Somad secara pribadi memberikan klarifikasi terkait pernyataan dalam video tersebut.

Klarifikasi Ustad Abdul Somad
Ustad Abdul Somad akhirnya mengklarifikasi pernyataan dalam video viral yang memicu kontroversi. Berikut klarifikasi ustad Abdul Somad dalam video yang diunggah di Youtube. Begini transkrip dalam video tersebut.
“Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?
Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik.
Yang
kedua, itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam menjelas pertanyaan tentang patung, tentang kedudukan Nabi Isa alaihi salam. Untuk orang Islam dalam Quran dan Sunah Nabi Solallahualaihi wassalam.
Yang
ketiga, pengajian itu lebih tiga tahun yang lalu. Sudah lama. Di kajian subuh Sabtu. Di Masjid An Nur Pekanbaru. Karena saya rutin pengajian disana, satu jam pengajian diteruskan tanya jawab tanya jawab tanya jawab.
Kenapa diviralkan sekarang? kenapa dituntut sekarang? saya serahkan kepada Allah Subhanallahu wataala.
Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Dari tiga poin ini, apakah jelas?”

Ustad Yahya Waloni Bela UAS
Dengan adanya pihak yang mempolisikan ustad Abdul Somad, membuat ustad Yahya Waloni pasang badan membela UAS. Ustad Yahya Waloni yang mengaku dulunya seorang pendeta dan mengaku mendirikan salah satu perguruan tinggi Kristen dan menjadi rektor Sekolah Tinggi Teologi Calvinis, di Papua. Menurut ustad Yahya Waloni para pelapor UAS adalah salah, karena menurutnya seharusnya dia yang diserang. “Salah kalau pendeta-pendeta dan pelapor itu menyerang ustad Somad. Serang dan tantang saya! Atau bilang ke MUI dan dewan gereja Indonesia bikin debat pendeta dan ustad.” begitu kata ustad Yahya Waloni dalam video ceramahnya.

Umat Kristen Dan Katolik Dihimbau Tidak Terprovokasi
Romo Benny Susetyo seorang tokoh Katolik Indonesia menghimbau agar kaum Nasrani tidak terprovokasi dan meminta UAS untuk meredam potensi ketegangan antar umat beragama.
Demikian disampaikan oleh Bambang Praswanto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Yogyakarta, meminta agar umat Nasrani tidak terprovokasi ucapan ustad Abdul Somad. Menurutnya juga bahwa perkataan UAS tidaklah mewakili umat Islam.

Hidup berdampingan memang sangat sulit bagi orang yang belum dewasa.

Leave a Reply

Close Menu