Perang Dagang Amerika Dan Tiongkok
Image by Admin from Minaesa

Perang Dagang Amerika Dan Tiongkok

Huawei adalah raksasa teknologi terkenal dari Cina (Republik Rakyat Tiongkok), dan merupakan salah satu perusahaan smartphone terbesar di dunia.
Seperti yang kita ketahui bahwa Amerika Serikat dan Cina pernah bermasalah soal teknologi nuklir, kemudian saat ini berlanjut ke perang dagang antara dua negara raksasa tersebut.

Salah satu hal yang menjadi masalah adalah persoalan teknologi jaringan 5G milik Huawei, sangat mengkhawatirkan pihak Amerika Serikat. Huawei sebagai penyedia infrastruktur jaringan 5G memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang pesaing lainnya.
Dari segi pendapatan lewat infrastruktur 5G, Huawei bisa meraup keuntungan hingga 123 miliar Dollar AS hanya dalam kurun waktu 5 tahun.

Kecanggihan jaringan 5G besutan Huawei yang membuat Amerika Serikat curiga dan berjaga-jaga agar pihak Cina tidak mencuri banyak data rahasia milik pemerintah Amerika Serikat lewat sabotase atau dengan cara lainnya.
Amerika Serikat mengambil keputusan untuk memblokir segala sesuatu yang berhubungan dengan Huawei baik teknologi atau hubungan bisnis tanpa alasan apapun.

Kabar terakhir kita juga mendengar bahwa Google sudah menghentikan dukungan update terhadap semua smartphone milik Huawei. Selain Google, ada juga Intel, Qualcomm dan Broadcom sebagai perusahaan pemasok chip yang akan menghentikan kerja sama dengan Huawei. Hal ini membuat Huawei terpojok karena harus membuat chip sendiri dan sistem operasi sendiri untuk semua perangkat mereka.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah rakyat Cina juga secara masif memboikot perusahaan terkenal dari Amerika Serikat yakni Apple. Mereka melakukan hal tersebut sebagai dukungan terhadap Huawei.

Yang jadi pertanyaan adalah apa dampak dari kebijakan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat untuk dunia? apakah hanya menunaikan janji kampanye atau ada sesuatu dalam strategi ekonomi atau justru blunder untuk Amerika Serikat sendiri.

Leave a Reply

Close Menu