Ngopi: Gaya Hidup Atau Latah?
Image by Admin from Minaesa

Ngopi: Gaya Hidup Atau Latah?

Minum kopi adalah salah satu kebiasaan yang lumrah pada masyarakat, tidak hanya orang tua tapi juga untuk kaum milenial. Tren saat ini tentu saja ngumpul di kedai kopi, meski bukan untuk ngopi tujuannya tapi buat tempat nongkrong, internet gratis dan kekinian saja.

Zaman dulu ngopi lebih pas di rumah kopi atau warung kopi alias warkop, dengan meja dan kursi kayu lengkap dengan papan catur dan domino sebagai hiburan.

Warung kopi juga menjadi sarana untuk berinteraksi satu sama lain dari sekedar nongkrong menghabiskan waktu, saling sharing satu sama lain bahkan ajang debat politik alias politikus warkop. Namun tak bisa dipungkiri juga warkop tentu menjadi salah satu tempat untuk bersosialiasi dan mendapatkan berita terkini atau informasi terbaru, karena semua hal dapat diperbincangkan di warung kopi.

America vs China
Image by Admin from Minaesa

Cobalah berkunjung ke kafe-kafe seperti Starbucks, Excelso dll. Ini tentunya mengubah kebiasaan masyarakat lebih stylish dalam hal ngopi. Konsep kafe modern seperti ini menyediakan racikan kopi yang lebih modern dan banyak rasa, ditunjang dengan fasilitas kafe seperti interior yang mewah dan berkelas. Itu belum dihitung dengan fasilitas lainnya seperti free wi-fi dengan kecepatan manusiawi.

Kalau dulu di warung kopi biasanya hanya satu jenis kopi saja yang disediakan, tapi di kafe modern tentu lebih bervariasi seperti cappucino, espresso, latte dan lainnya untuk menarik banyak pelanggan meski harga yang disajikan juga selangit.

Apakah orang Indonesia pergi ke kafe untuk ngopi? apa ngikut? atau ngapain? Menurut pengamatan penulis, kebanyakan orang ke kafe hanya untuk kekinian, latah alias ikut-ikutan orang yang aslinya penikmat kopi supaya terlihat tidak ketinggalan.

Coba perhatikan orang-orang yang datang ke kafe lihat yang mereka konsumsi kebanyakan bukan kopi, melainkan teh, jus, milkshake dan lain-lain. Tentu tidak ada salahnya janjian untuk nongkrong, pesan secangkir minuman kemudian bercengkrama, menghabiskan waktu sambil charge ponsel atau download apa saja dengan internet gratis.

Itulah yang kebanyakan dilakukan orang terutama generasi milenial yang bisa memanfaatkan segala fasilitas, sehingga dapat kita ambil kesimpulan orang pergi ke kedai kopi kebanyakan bukan untuk ngopi tapi untuk wi-fi.

Ngopi adalah bukan sekedar budaya, tapi juga gaya hidup masa kini setidaknya di Indonesia. Seiring menjamurnya kedai-kedai kopi di Indonesia, ini menjadi hal yang menguntungkan karena komoditi kopi saat ini bernilai jual lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu. Jangankan jadi minuman, aroma kopi juga bisa jadi pengharum khususnya untuk mobil.

Meskipun semakin bertambah kedai-kedai kopi di Indonesia, tapi tentunya khusus kaum milenial pasti akan lebih memilih kafe yang instagramable meskipun kopinya biasa saja daripada kafe yang menyediakan kopi cita rasa yang khas tapi tempatnya kurang nyaman.

Bagaimana dengan anda, sudah punya tempat favorit atau belum?

Leave a Reply

Close Menu