Ma’ruf Amin Disindir Pendukung Ahok
Image by Admin from Minaesa

Ma’ruf Amin Disindir Pendukung Ahok

Ada hal menarik seminggu setelah pilpres 2019, tepatnya tanggal 25 April 2019 Ma’ruf Amin disindir rakyat habis-habisan soal postingannya di twitter. Melalui akun pribadinya K. H. Ma’ruf Amin mencuitkan penggalan kalimat tentang pahlawan super sambil menunjukkan karakter gambar dirinya yang adalah jagoan.
“Bismillahirraahmanirrahiim. Pahlawan super itu punya kesamaan sikap, mereka menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran dan menjadi yang terdepan melindungi mereka yang lemah.” begitu cuitan dari akun @KHMarufAmin.

Kalimat tersebut mendapat perhatian dari beberapa pengikutnya di twitter. Dan yang menjadi masalah adalah setelah beberapa saat sang kiai justru melakukan blunder dengan polosnya menuliskan cuitan yang mengundang sindiran dari pengikutnya di twitter dan sejumlah besar netizen.
“Peliharalah sikap-sikap tersebut dalam dirimu, niscaya pahlawan dapat terwujud dalam setiap diri kita. Siapa kira-kira yang jadi pahlawan idolamu?” tulis sang kiai.
Postingan dari sosok yang sudah menjadi Wakil Presiden RI 2019-2024 itu mendapatkan respon negatif dari para netizen. Banyak yang merespon dengan menjawab yang menjadi idola mereka adalah Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, yang sempat dipenjara karena tuduhan penistaan agama pada tahun 2017 lalu. Sebagian besar dari netizen yang membalas cuitan tersebut dengan sindiran dan cibiran yang pedas.

Adapun akhir tahun 2016, Ahok yang pada saat itu masih menjadi gubernur dan merupakan petahana untuk pilkada DKI 2017, dituduh melakukan penistaan agama setelah dalam pidatonya meninggung lawan politiknya dengan kalimat yang keliru.
“…dibohongin pakai surat Al Maidah…” ucapnya dalam pidato di Kepulauan Seribu.
Omongan Ahok tersebut menjadi viral dan banyak umat Islam yang melakukan demo untuk membawa Ahok ke pengadilan agar dihukum, bahkan ada juga yang menginginkan Ahok agar dibunuh karena penistaan agama.

Itulah awal pertemuan Ahok yang pada waktu itu sebagai tersangka penistaan agama dengan Ma’ruf Amin yang hadir dalam kapasitasnya sebagai ketua MUI menjadi saksi yang memberatkan Ahok. Dalam sidang tersebut sang kiai menjelaskan bahwa kalimat Ahok pada 27 September 2016 lalu adalah penghinaan, karena Ahok mengutip surat Al-Maidah 51 dalam Al-Quran adalah alat untuk kebohongan untuk mengalahkan dirinya.
Adapun, kata Ma’ruf, hanya ulama yang boleh menjelaskan arti surat tersebut. Karena itu, MUI Pusat, dalam sikap dan pendapat keagamaannya, menyatakan bahwa Ahok juga menghina ulama dan umat Islam (Tempo)

Meskipun Ahok membantah yang dikatakan Ma’ruf Amin, tapi kesaksian sang kiai justru sangat memberatkan Ahok karena Ma’ruf Amin juga datang dengan kapasitasnya sebagai ulama dan ketua MUI. Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto akhirnya menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara.
Selain memberatkan Ahok di persidangan hingga dipenjara, beredar pula video singkat yang memperlihatkan K. H. Ma’ruf Amin berbicara dengan mengatakan kalau Ahok harus dihabisi karena Ahok adalah sumber konflik bangsa ini. Dalam transkrip video tersebut sebagai berikut:
“Ahok merupakan sumber konflik. Bangsa ini akan konflik. Tidak akan berhenti kalau Ahok tidak … Maka itu … Maka itu Ahok harus kita habisi. Itu sudah pakainya fikih siyasah namanya” kata Ma’ruf Amin.
Penggalan kalimat tersebut cukup mengejutkan banyak pihak karena kurang pantas diucapkan oleh ulama sekelas Ma’ruf Amin. Tapi sang kiai langsung memberikan klarifikasi dengan menjelaskan bahwa video yang beredar tidak utuh sehingga konteksnya tidak dipahami oleh masyarakat.

Sebelum pilpres juga dalam sebuah video youtube milik IDN Times, terdapat wawancara yang dilakukan oleh Kemal Palevi kepada Ma’ruf Amin. Dalam wawancara tersebut sang kiai mengaku menyesal karena menjadi saksi untuk memberatkan Ahok, karena saat itu ia mengaku hanya terpaksa. Ma’ruf Amin juga mengatakan ia tidak ingin memenjarakan dan menyusahkan siapapun.
“saya juga minta maaf, karena tidak ingin menyusahkan orang” ucap Ma’ruf Amin dalam video tersebut.

Saat ini Ahok yang punya sapaan baru yaitu BTP (Basuki Tjahaja Purnama) sudah bebas, pilpres 2019 sudah selesai dan sengketa di MK juga sudah selesai dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf sah sebagai pemenang pilpres. Hal menarik tentunya ditunggu rakyat Indonesia adalah apa yang akan dilakukan K. H. Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden RI, dan bagaimana perjalanan Ahok dalam pentas politik Indonesia sebagai kader PDIP selanjutnya.

Leave a Reply

Close Menu