N250 Dan R80 Karya Habibie Untuk Indonesia
Image by Admin from Minaesa

N250 Dan R80 Karya Habibie Untuk Indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie atau sering disebut B. J. Habibie adalah presiden ketiga Republik Indonesia. Almarhum selalu disebut Bapak Teknologi Indonesia karena peran beliau dalam dunia teknologi Indonesia khususnya di dunia penerbangan.

Selain Gus Dur beliau juga sering dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia lewat teladan berpikirnya untuk suatu kemajuan bangsa. Dan inilah beberapa karya yang dibuat dan dikembangkan beliau semasa hidupnya.

Pesawat N-250

Image by Admin from Minaesa

Pesawat N-250 adalah salah satu karya almarhum B. J. Habibie yang membanggakan Indonesia. Pesawat khusus penumpang ini melalui PT Dirgantara Indonesia dibuat dan dikembangkan oleh Habibie. Pesawat berjenis turboprop ini pertama diperkenalkan pada tahun 1989 dan melakukan uji terbang pertama pada tahun 1995.

Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW yang dapat terbang dengan kecepatan 610 km per jam, dan sanggup naik di ketinggian 25 ribu kaki atau 7620 meter.

Sayangnya ketika tahun 1997 kemudian tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter dan menandatangani kerja sama dengan International Monetery Fund (IMF). Dalam ketentuan kerja-sama tersebut ada salah satu syarat dari IMF yang meminta Indonesia untuk menghentikan pendanaan pesawat N-250.

Itulah salah satu yang membuat B. J. Habibie kecewa terhadap pemerintahan Soeharto yang tidak mampu mengatasi krisis di negeri sendiri, sehingga berimbas kepada tidak majunya pengembangan teknologi di Indonesia.

Pesawat R80

Habibie Pesawat R80
Image by Admin from Minaesa

Pesawat R80 adalah karya terakhir dari seorang B. J. Habibie untuk industri penerbangan Indonesia dan perakitan dimulai tahun 2019. Pesawat R80 dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan dapat mengangkut 100 penumpang. Pesawat dengan dimensi panjang 32,3 meter, lebar sayap 30,5 meter dan tinggi 8.5 meter, dapat terbang dengan kecepatan 330 knots atau kira-kira 611 km per jam.

Pesawat ini dilengkapi dengan sistem kendali yang mumpuni yakni fly by wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Salah satu keunggulan dari pesawat R80 meski berjenis turboprop adalah dapat meminimalisir suara bising dari baling-baling pesawat.

Dari segi ekonomi pesawat R80 akan sangat cocok untuk maskapai penerbangan karena irit bahan bakar. PT. Regio Aviasi Industri mengklaim bahwa pesawat R80 lebih irit 20% daripada pesawat bermesin jet. Hal ini akan menjadi pertimbangan bagi maskapai penerbangan untuk meningkatkan laba perusahaan ditengah kompetisi yang ketat dan saling perang harga.

Kelebihan lain dari pesawat R80 adalah bisa menggunakan landasan pacu yang pendek, sehingga bisa mengakses lebih banyak bandara meskipun di daerah dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Pesawat R80 dibuat PT. Regio Aviasi Industri (RAI) yang adalah perusahaan yang didirikan oleh B. J. Habibie dan putra sulungnya Ilham Akbar Habibie, dijadwalkan mengudara pada tahun 2022 untuk melakukan uji terbang dan untuk menyelesaikan tahapan sertifikasi.

PT Regio Aviasi Industri perlu membuat 6 pesawat untuk prosedur uji kelayakan, dan setelah selesai maka tahun 2025 bisa diproduksi secara massal dan dijual ke pihak-pihak maskapai penerbangan baik dalam negeri atau internasional. B. J. Habibie pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan meninggal sebelum melihat pesawat R80 mengudara, meskipun kenyataan harus diterima bahwa beliau sudah dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.

Habibie TRANSALL C-130
Image by Admin from Minaesa

Selain dua karya dalam negeri yakni N-250 dan R80 untuk sipil, almarhum B. J. Habibie juga pernah turut serta untuk mendesain pesawat militer TRANSALL C-130. Pesawat tempur jenis Hercules ini pasti pernah anda lihat di film-film Hollywood. Pesawat ini memiliki empat baling-baling dan sering digunakan banyak negara untuk mengangkut pasukan militer milik mereka, meski juga dapat digunakan untuk pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar pesawat di udara dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Close Menu